Iklim adalah keadaan cuaca
rata-rata, meliputi daerah yang luas dan waktunya lama (30 tahun). Ilmu yang
mempelajari iklim disebut Klimatologi. Unsur-unsur iklim antara lain meliputi
letak garis lintang, letak tinggi tempat, suhu udara, kelembaban udara, curah
hujan, pengaruh arus laut, pengaruh topografi dan vegetasi. Iklim berdasarkan
letak garis lintang disebut juga iklim matahari.
1. Iklim Matahari
Iklim matahari disebut juga iklim garis lintang,
karena didasarkan atas letak lintang suatu wilayah di permukaan bumi. Iklim ini
dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
a. Iklim tropis, terletak antara 23½º LU – 23½º
LS. Cirinya suhu udara selalu tinggi dan curah hujan juga tinggi.
b. Iklim sub tropis, terletak antara 23½º – 40o
baik di belahan bumi utara maupun belahan bumi selatan. Cirinya tekanan udara
selalu tinggi dan kering. Oleh sebab itu pada wilayah ini banyak dijumpai gurun
pasir dan savana.
c. Iklim sedang, terletak antara 40o – 66½º baik
di belahan bumi utara mapun belahan bumi selatan. Cirinya daerah ini memiliki
empat musim, yaitu musim panas, gugur, dingin, dan semi.
d. Iklim dingin atau kutub, terletak antara 66½º –
90º, baik di belahan bumi utara maupun belahan bumi selatan. Cirinya suhu udara
sangat dingin.
Berdasarkan klasifikasi ini Indonesia termasuk
beriklim tropis, karena seluruh wilayah Indonesia berada di antara garis balik utara
(23½º LU) dan garis balik selatan (23½º LS). Ingatkah kalian bahwa Indonesia
berada 6º LU s/d 11º LS.
Sumber : http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2258139-iklim-dan-pembagiannya/#ixzz2SWTHgZ7D
Senin, 06 Mei 2013
Kamis, 18 April 2013
Dampak Modernisasi terhadap perilaku kaula muda
Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di
kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat.
Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan
kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala-
gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti
selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang
minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan.
Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan
kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata
orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya.
Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan
pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Teknologi internet merupakan
teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa
saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari-
hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang
berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini,
banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Bukan hanya
internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial
terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan
menggunakan handphone.
Dilihat dari sikap, banyak anak
muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada
rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan
keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya
geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu
ketentraman dan kenyamanan masyarakat.
Jika pengaruh-pengaruh di atas
dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi
rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai
nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa
sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah
penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki
rasa nasionalisme?
Berdasarkan analisa dan uraian
di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya.
Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif
globalisasi terhadap nilai nasionalisme.
Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme
Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap
nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :
- Menumbuhkan
semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam
negeri.
- Menanamkan
dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
- Menanamkan
dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
- Mewujudkan
supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar-
benarnya dan seadil- adilnya.
- Selektif
terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial
budaya bangsa.
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu
menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap
bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.
Jumat, 12 April 2013
Perbedaan Anggota Sistem Tata Surya (Bintang, Matahari, Planet, Asteroid, Komet, dan Meteor)
Sebelum
membahas tentang perbedaan dari anggota sistem tata surya tersebut, baiknya
terlebih dahulu menjelaskan pengertian dari masing-masing anggota sistem tata surya
tersebut, yaitu :
- Bintang adalah benda langit luar
angkasa yang memiliki ukuran besar dan memancarkan cahaya sebagai sumber
cahaya. Bintang yang terdekat dengan bumi adalah matahari.
- Matahari
adalah bintang yang letaknya paling dekat dengan bumi, yaitu sekitar
149.600.000 kilometer atau 92,26 juta mil, terbentuk dari komponen gas
helium dan hidrogen dan terdiri dari enam lapisan. Matahari merupakan
pusat dari tata surya kita.
Matahari dikelilingi oleh planet-planet anggota tata surya seperti planet
bumi, merkurius, venus, mars, jupiter, saturnus, uranus, neptunus dan
jupiter.
- Planet adalah benda langit yang
mengelilingi bintang sebagai pusat tata surya. Planet tidak dapat
menghasilkan cahaya sendiri namun dapat memantulkan cahaya. Planet yang
dekat dengan bumi dapat kita lihat setiap hari dengan mata telanjang
seperti planet venus yang disebut orang sebagai bintang fajar.
- Asteroid adalah planet-planet kecil
yang jumlahnya puluhan ribu, beredar mengelilingi matahari, letaknya di
antara orbit Mars dan Jupiter. Para ahli astronomi menyatakan dalam sebuah
teori bahwa asteroid adalah sisa-sisa planet yang meledak, sebelumnya
mengorbit matahari di antara orbit-orbit Mars dan Jupiter. Ada sebuah
teori lain menjelaskan bahwa asteroid adalah bongkahan-bongkahan benda-benda
angkasa yang tidak pernah dapat membentuk planet pada waktu sistem tata
surya terbentuk.
- Komet adalah benda langit yang
mengelilingi matahari. Komet memiliki orbit garis edar sendiri yang
bentuknya sangat lonjong. Komet biasa disebut sebagai bintang berekor
karena sifatnya yang bercahaya terang dan memiliki ekor gas debu yang
sangat panjang.
- Meteor adalah benda langit yang masuk
ke dalam wilayah atmosfer bumi yang mengakibatkan terjadinya gesekan
permukaan meteor dengan udara dalam kecepatan tinggi. Akibat adanya
gesekan yang cepat tersebut menimbulkan pijaran api dan cahaya yang dari
kejauhan kita melihatnya seperti bintang jatuh.
Perbedaan dari anggota sistem tata
surya yang disebutkan diatas ialah :
- Matahari adalah salah satu dari
bintang hanya saja paling berbeda dari bintang yang lainnya dalam
hal suhu, warna, ukuran, massa, dan komposisi gasnya. Selain itu, hanya
matahari sebagai pusat dari tata surya kita.
- Asteroid
dapat dibedakan dengan komet melalui penampakannya, kalau komet memiliki ekor
tetapi asteroid tidak memiliki ekor.
- Meteor
tidak memiliki orbit seperti komet, asteroid dan planet.
- Kedatangan
komet ke bumi dapat diprediksi, tetapi kedatangan dari meteor tidak dapat
diprediksi.
- Bintang
dapat memancarkan cahaya sendiri sedangkan planet memantulkan cahaya dari
bintang seperti bulan.
Sumber :
http://organisasi.org/pengertian-definisi-meteor-meteorit-komet-satelit-bintang-planet-pendidikan-dasar-astronomi-tata-surya-fisika
http://pustaka-virtual.blogspot.com/2012/11/definisi-struktur-lapisan-matahari.html
http://id.shvoong.com/exact-sciences/astronomy/2106433-pengertian-asteroid/
Rabu, 03 April 2013
Peran Metode Ilmiah Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan
TUGAS MATEMATIKA dan IAD
Peran Metode Ilmiah Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Kelompok 6
1.
Anggi Fitaloka 10512905
2.
Arindi Azraningtyas Putri 11512134
3.
Diah Eka Wulandari 12512014
4.
Intan Faradina 13512745
5.
Rikzan Akbar 16512384
6.
Siti Rohani 17512085
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013
A.
Metode Ilmiah
Menurut Almadk (1939),” metode ilmiah
adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan
penjelasan kebenaran. Sedangkan Ostle (1975) berpendapat bahwa metode ilmiah
adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.”
Metode Ilmiah merupakan suatu cara
sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang
dihadapi. Metode ini menggunakan langkah-langkah yang sistematis, teratur dan
terkontrol. Menurut A. Nashrudin, S.IP, M,Si (dossuwanda.wordpress.com ),
Supaya suatu metode yang digunakan dalam penelitian disebut metode ilmiah, maka
metode tersebut harus mempunyai kriteria sebagai berikut:
1. Berdasarkan fakta
2. Bebas dari prasangka
3. Menggunakan prinsip-prinsip analisa
4. Menggunakan hipotesa
5. Menggunakan ukuran objektif
6. Menggunakan teknik kuantifikas
1.
Pengertian Metode Berfikir Ilmiah
Pengertian
Metode Berpikir Ilmiah Secara etimologi, metode berasal dari bahasa yunani
yaitu kata meta (sesudah atau dibalik sesuatu) dan hodos (jalan yang harus
ditempuh). jadi metode adalah langkah-langkah (cara dan teknis) yang diambil,
menurut urutan atau sistematika tertentu untuk mencapai pengetahuan tertentu,
Metode menurut Senn,merupakan suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang
mempunyai langkah-langkah yang sistematis. Metodologi merupakan suatu
pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan dalam metode tersebut. Jadi
metodologi ilmiah merupakan pengkajian dari peraturan-peraturan yang terdapat
dalam metode ilmiah.Metode berpikir ilmiah merupakan prosedur, cara atau teknik
dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu, jadi ilmu merupakan
pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah atau dengan kata lain bahwa
suatu pengetahuan baru dapat disebut suatu ilmu apabila diperoleh melalui
kerangka kerja ilmiah, syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan
bisa disebut ilmu ,tercantum dalam apa yang dinamakan metode ilmiah. Pendapat
lain mengatakan bahwa metode ilmiah adalah sebuah prosedur yang digunakan
ilmuwan dalam pencarian kebenaran baru. Dilakukan dengan cara kerja sistematis
terhadap pengetahuan baru dan melakukan peninjauan kembali kepada pengetahuan
yang telah ada.
2.
Tujuan
Penggunaan Metode Ilmiah
Tujuan dari penggunaan metode ilmiah
adalah tuntutan supaya ilmu pengetahuan bisa terus berkembang seiring
perkembangan zaman dan menjawab tantangan yang dihadapi. Dengan berbagai riset
yang dilakukan oleh para ilmuwan guna mengembangkan berbagai disiplin ilmu
pengetahuan (sains) yang akan mempermudah dari persoalan-persoalan manusia.
Metode ilmiah merupakan sebuah konsep
dimana para ilmuwan mencoba untuk meneliti disetiap masing-masing ilmu
pengetahuan yang akan mengembangkan ilmu-ilmu tersebut dengan menggunakan
metode-metode ilmiah.
3.
Manfaat Metode
Berpikir Ilmiah
Seperti diketahui bahwa berpikir
adalah kegiatan mental yang menghasilkan pengetahuan. Metode ilmiah merupakan
ekspresi mengenai cara bekerja pikiran,dengan menggunakan metode berpikir
ilmiah manusia bisa terus meng Update pengetahuan menggali dan mengembangkannya.
Sifat ingin tahu pada diri manusia mendorong manusia mengungkapkan pengetahuan,
meski dengan cara dan pendekatan yang berbeda.M. Solly Lubis menjelaskan bahwa
manusia mampu mengembangkan pengetahuannya karena dua hal: pertama, manusia
mempunyai bahasa yang dapat dijadikan media untuk mengkomunikasikan informasi
dan jalan pikirannya;dan kedua, manusia memiliki kemampuan berpikir berdasarkan
suatu alur dan kerangka berpikir tertentu, dengan kata lain, bahasa yang
komunikatif dan nalar memungkinkan manusia mengembangkan pengetahuannya,
dan nalar sebagai bagian dari kegiatan berpikir memiliki dua ciri utama yaitu
logis dan analitis Secara historis, terdapat empat cara manusia memperoleh
pengetahuan yang tadi disebut sebagai pelekat dasar kemajuan manusia, keempat
cara tersebut adalah:
1) berpegang pada sesuatu yang sudah
ada (metode keteguhan);
2)merujuk kepada pendapat ahli
(metode otoritas);
3) berpegang pada intuisi(metode
intuisi);
4) menggunakan metode ilmiah.
Cara pertama Sampai cara ketiga, disebut
sebagai cara kebanyakan orang, atau orang awam dan cenderung tidak efisien, dan
kurang produktif bahkan terkadang tidak objektif dan tidak rasional.
Sedangkan cara terakhir, yaitu metode ilmiah adalah cara ilmiah
yang dipandang lebih rasional, objektif, efektif dan efisien. Cara yang keempat
ini adalah cara bagaimana para ilmuwan memperoleh ilmu yang dalam prakteknya
metode ilmiah untuk mengungkapkan dan mengembangkan ilmu dikerjakan melalui
cara kerja penelitian.Bahwa manusia disadari atau tidak akan selalu menghadapi
masalah, manusia selalu dituntut untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya
bagaimana seorang nelayan agar bisa mendapatkan ikan yang banyak, petani
agar tanamannya tidak diserang hama dengan hasil yang memuaskan, termasuk
bagaimana cara mendidik anak tentu semua itu ada metode penyelesaiannya
terlepas dari apakah permasalahan itu, modusnya sama dengan yang pernah terjadi
dulu sekalipun dengan tantangan baru maka metode penyelesaiannya pun harus baru
pula. Karena itulah tuhan memberikan manusia akal pikiran, agar manusia
mengoptimalkan fasilitas yang sudah diberikan oleh tuhannya agar bisa menjawab
tantangan zaman dan permasalahan yang muncul dengan seting sosial dan modus
yang berbeda pula. Masalahnya bisakah manusia bercocok tanam, menangkap ikan,
mendidik anak dengan baik tanpa adanya metode tertentu dalam melahirkan
pengetahuan. Dan pengetahuan diperoleh melalui sebuah sistem tata fikir yang
dilakukan manusia, oleh karena itu, hal inimenunjukan bahwa penelitian ilmiah
dengan metode ilmiah memiliki peranan penting dan memberikan manfaat yang
banyak dalam membantu manusia dalam memecahkan permasalahannya. Pengetahuan
mempunyai sistem dan ilmu adalah pengetahuan yang sistematis, pengetahuan yang
dengan sadar menuntut kebenaran, dan melalui metode tertentu.
4.
Prosedur
Berpikir Ilmiah Penalaran rasional dan empiris
Prosedur berfikir ilmiah penalaran
rasional dan empiris merupakan dua model yang selalu menjadi sumber sekaligus
metodologis dalam menghasilkan ilmu pengetahuan, ilmu yang dihasilkan dari
sumber tadi, selalu menuntut dilakukan observasi dan penjelajahan baru terhadap
masalah yang dihadapi dari pra anggapan (hipiotesis/dedukasi), pengujian
dilakukan melalui studi lapangan(empiris/induksi). Jadi metode ilmiah adalah
penggabungan antara cara berpikir deduktif (rasional) dan induktif
(empiris) dalam membangun pengetahuan.Secara rasioanal maka ilmu menyusun
pengetahuannya secara konsisten dan kumulatif, sedangkan secara empiris ilmu
memisahkan antara pengetahuan yang sesuai dengan fakta dan yang tidak. Dengan
demikian bahwa semua teori ilmiah harus memenuhi dua syarat utama yakni:
a) Harus konsisten dengan
teori-teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontradiksi dalam
teori keilmuan secara keseluruhan; dan
b) Harus cocok dengan
fakta-fakta empiris sebab teori yang sekiranya tidak didukung oleh pengujian
empiris tidak dapat diterima kebenarannya secara ilmiah.
Jadi
logika ilmiah merupakan gabungan antara logika deduktif dan logika
induktif dimana rasionalisme dan empirisme hidup berdampingan dalam sebuah
sistem.Teori apapun konsistennya jika tidak didukung pengujian empiris maka
tidak dapat diterima kebenarannya secara ilmiah. begitupun sebaliknya seberapa
pun faktualitasnya fakta-fakta yang ada, tanpa didukung asumsi rasional maka ia
hanya akan menjadi fakta yang mati yang tidak memberikan pengetahuan kepada
manusia.Oleh karena itu, sebelum teruji kebenarannya secara empiris semua
penjelasan rasional yang diajukan statusnya hanyalah bersifat sementara, yang
biasanya disebut hipotesis. Hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara
terhadap permasalahan yang kita hadapi, hipotesis berfungsi sebagai penunjuk
jalan yang memungkinkan kita untuk memperoleh jawaban. Hipotesis disusun
berdasarkan cara kerja deduktif, dengan
mengambil premis-premis dari penetahuan ilmiah yang sudah diketahui sebelumnya.
Penyusunan hipotesis berguna untuk menunjang terjadinya konsistensi
pengembangan ilmu secara keseluruhan dan menimbulkan efek kumulatif dalam
kemajuan ilmu. Hipotesis dapat menjadi jembatan pemanduan antara cara
kerja deduksi dan induksi.Langkah selanjutnya setelah penyusunan hipotesis
adalah menguji hipotesis tersebut dengan mengkonfrontasikannya,
mengkomunikasikannya dengan dunia fisik yang nyata, dalam proses pengujian ini
merupakan pengumpulan fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan.
fakta-fakta ini bisa bersifat sederhana yang bisa langsung ditangkap oleh panca
indra ada juga yang harusmenggunakan alat seperti teleskop dan mikroskop.Dengan
adanya jembatan berupa penyusunan hipotesis, metode ilmiah sering dikenal
sebagai proses logico-hypofhetico-verifikafio (logic, hipotetik, sekaligus
verifikatif). Perkawinan berkesinambungan antara deduksi dan induksi disebut
dengan prosedur berpikir ilmiah. proses induksi diperlukan untuk melakukanvverifikasi
atau pengujian hipotesis di mana dikumpulkan fakta-fakta empiris untukmenilai
apakah sebuah hipotesis didukung oleh fakta atau tidak.
Nazir (1988) dalam buku Metode
Penelitian, menyimpulkan bahwa penelitian dengan menggunakan metode ilmiah,
sekurang-kurangnya dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Merumuskan serta
mendefinisikan masalah
Langkah
pertama dalam meneliti adalah menetapkan masalah yang akan dipecahkan. Untuk
menghilangkan keragu-raguan, masalah tersebut didefinisikan serta jelas. Sampai
ke mana luas masalah yang akan dipecahkan.
2. Mengadakan studi kepustakaan
Langkah
kedua adalah mencari data yang tersedia yang pernah ditulis peneliti sebelumnya
yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin dipecahkan. mencari bahan di
perpustakaan merupakan hal yang tak dapat dihindari oleh seorang peneliti.
3. Memformulasikan hipotesa
Merupakan
jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan yang materinya
merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan.
4. Menentukan model untuk menguji hipotesa
Setelah
hipotesa-hipotesa ditetapkan, langkah selanjutnya adalah merumuskan cara-cara
untuk menguji hipotesa tersebut. Pada ilmu-ilmu sosial yang telah lebih
berkembang, seperti ilmu ekonomi misalnya, pengujian hipotesa didasarkan pada
kerangka analisa (analytical framework) yang telah ditetapkan. Model matematis
dapat juga dibuat untuk mengrefleksikan hubungan antarfenomena yang secara
implisit terdapat dalam hipotesa, untuk diuji dengan teknik statistik yang
tersedia.
Pengujian
hipotesa menghendaki data yang dikumpulkan untuk keperluan tersebut. Data
tersebut bisa saja data primer ataupun data sekunder yang akan dikumpulkan oleh
peneliti.
5. Mengumpulkan data
Peneliti
memerlukan data untuk menguji hipotesa. Data tersebut yang merupakan fakta yang
digunakan untuk menguji hipotesis perlu dikumpulkan.
Teknik
pengumpulan data akan menjadi berbeda tergantung dari masalah yang dipilih
serta metode yang digunakan. Misalnya, penelitian yang menggunakan metode
percobaan, maka data diperoleh dari plot-plot percobaan yang dibuat sendiri oleh
peneliti. Penelitian yang menggunakan metode sejarah ataupun survei normatif,
data diperoleh dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada responden, baik
secara langsung ataupun dengan menggunakan questionair.
6. Menyusun, menganalisa, dan memberikan interpretasi
Setelah
data terkumpul, peneliti menyusun data untuk mengadakan analisa. Sebelum
analisa dilakukan, data tersebut disusun lebih dahulu untuk mempermudah
analisa. Penyusunan data dapat dalam bentuk tabel ataupun membuat coding untuk
analisa dengan komputer. Sesudah data dianalisa, maka perlu diberikan tafsiran
atau interpretasi terhadap data tersebut.
7. Membuat generalisasi dan kesimpulan
Setelah
tafsiran diberikan, maka peneliti membuat generalisasi dari penemuan-penemuan,
dan selanjutnya memberikan beberapa kesimpulan. Kesimpulan dan generalisasi ini
harus berkaitan dengan hipotesa. Apakah hipotesa benar untuk diterima, ataukah
hipotesa tersebut ditolak. Apakah hubungan-hubungan antarfenomena yang
diperoleh akan berlaku secara umum ataukah hanya berlaku pada kondisi khususnya
saja.
8. Membuat laporan ilmiah
Langkah akhir dari suatu penelitian
ilmiah adalah membuat laporan ilmiah tentang hasil-hasil yang diperoleh dari
penelitian tersebut. Penulisan secara ilmiah mempunyai teknik tersendiri pula.
Metode ilmiah digunakan dalam
berbagai bidang, seperti :
Ilmu Biologi
Manajemen Informatika
Ilmu Komputer
Persahaman
Ilmu Sosial
Farmasi
Pertanian
Pendidikan
Ilmu Ekonomi
Ilmu Pengetahuan Alam
5.
Sifat Ilmu Pengetahuan dan Metode
Ilmiah:
a) Logis atau masuk akal, yaitu sesuai dengan logika atau
aturan berpikir yang ditetapkan dalam cabang ilmu pengetahuan yang
bersangkutan. Definisi, aturan, inferensi induktif, probabilitas, kalkulus,
dll. merupakan bentuk logika yang menjadi landasan ilmu pengetahuan. Logika dalam
ilmu pengetahuan adalah definitif. Obyektif atau sesuai dengan fakta. Fakta
adalah informasi yang diperoleh dari pengamatan atau penalaran fenomena.
b) Obyektif dalam ilmu pengetahuan berkenaan
dengan sikap yang tidak tergantung pada suasana hati, prasangka atau
pertimbangan nilai pribadi. Atribut obyektif mengandung arti bahwa kebenaran
ditentukan oleh pengujian secara terbuka yang dilakukan dari pengamatan dan
penalaran fenomena.
c) Sistematis yaitu adanya konsistensi dan
keteraturan internal. Kedewasaan ilmu pengetahuan dicerminkan oleh adanya
keteraturan internal dalam teori, hukum, prinsip dan metodenya. Konsistensi
internal dapat berubah dengan adanya penemuan-penemuan baru. Sifat dinamis ini
tidak boleh menghasilkan kontradiksi pada azas teori ilmu pengetahuan.
d) Andal yaitu dapat diuji kembali secara
terbuka menurut persyaratan yang ditentukan dengan hasil yang dapat diandalkan.
Ilmu pengetahuan bersifat umum, terbuka dan universal.
e) Dirancang,Ilmu pengetahuan tidak berkembang
dengan sendirinya. Ilmu pengetahuan dikembangkan menurut suatu rancangan yang
menerapkan metode ilmiah. Rancangan ini akan menentukan mutu keluaran ilmu
pengetahuan.
f) Akumulatif,Ilmu pengetahuan merupakan himpunan
fakta, teori, hukum, dll. yang terkumpul sedikit demi sedikit. Apabila ada
kaedah yang salah, maka kaedah itu akan diganti dengan kaedah yang benar.
Kebenaran ilmu bersifat relatif dan temporal, tidak pernah mutlak dan final,
sehingga dengan demikian ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan terbuka.
Keunggulan metode ilmiah :
a)
Mencintai kebenaran obyektif,
bersifat adil dan hidup bahagia
b)
Kebenaran tidak absolut karena
kebenaran dicari secara terus menerus
Kengan ilmu pengetahuan kita tidak dapat dengan mudah
percaya pada takhayul, astrologi maupun untung-untungan karena terjadi proses
yang teratur di alam
c)
Dengan ilmu pengetahuan kita
memiliki rasa ingin tahu yang lebih banyak
d)
Dengan ilmu pengetahuan kita tidak
mudah berprasangka tetapi dapat berpikir secara terbuka, obyektif, dan toleran
e)
Dengan metode ilmiah kita tidak
mudah percaya tanpa bukti
f)
Dengan metode ilmiah kita jadi
memiliki sikap optimis, teliti, berani membuat pernyataan yang benar menurut
ilmiah.
Kelemahan
Metode Ilmiah :
a) metode
ilmiah tidak mungkin bisa menjangkau objek yang bersifat inmateri (gaib), dikarenakan tidak adanya wujud, ukuran dan
timbangan yang jelas.
b) terlalu
bergantung pada objek yang ada
c) metode
ilmiah akan berubah bila objek yang di amati telah berubah. Sebagai contoh
ilmuan mengatakan bahwa suhu diatas puncak merapi adalah 35 derajat c, namun
apa yang di kemukakan oleh ilmuan akan berubah seiring berubahnya cuaca dan
suhu
d) kurang
valid, karena tidak semua hasil dari metode atau penelitian di suatu daerah akan
bisa di terapkan untuk daerah lain.
e) membutuhkan
waktu yang lama, karena penelitian dilakukan secara berulang.
f) membutuhkan
biaya yang sangat mahal, karena setiap penelitian memerlukan alat bantu berupa
peralatan yang menggunakan tehnologi canggih.
g) dapat
terhapus atau tidak di pakai bila terbukti ditemukan kesalahan dan bila muncul
teori lain yang dianggap lebih berguna
h) cenderung
kaku dan tidak terpengaruh oleh rasio Dari uraian di atas dapat kita simpulkan
bahwa setiap teori selalu memiliki sisi positive dan negatif.
Kesimpulan
Metode
ilmiah atau proses ilmiah merupakan
proses keilmuan
untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan
melakukan observasi serta membentuk hipotesis
dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang
dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis
tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Peranan metode ilmiah :
a.metode ilmiah berperan untuk
memberikan penjelasan logis dalam ilmu empiris
b.sebagai landasan dalam melakukan
suatu penelitian ilmiah
c.berperan dalam memberikan bukti yang konkrit terhadap suatu
ilmu pengetahuan
DAFTAR PUSTAKA
Abdulloh, Taufik. Ilmu sosial dan
tantangan zaman.2006. Jakarta: Rajawali Press
Wallace, Walter L.Metoda logika Ilmu sosial.1994.
Jakarta : Bumi Aksara (diterjemahkan Drs.
Lailil Kodar)
http://pikiranmhsw.blogspot.com/2011/05/kelebihan-dan-keterbatasan-metode.html
Langganan:
Postingan (Atom)